Catatan Popular

Ahad, 28 Oktober 2012

Keyakinan kepada Allah adalah ibarat Air kedamaian yang tidak pernah kering menjadikan seseorang muslim tetap tegar, di saat orang lain berguguran...
tetap tenang di saat orang lain ketakutan, biar rebah, jangan berubah, biar terbuang, teruskan lah berjuang....



Selasa, 16 Oktober 2012

Ketika menghadiri sessi taklimat petang kemarin, terfikir, monolog di dalam diam....bermain minda seketika...

Alasan bahawa kita punya kelemahan hakikatnya bukanlah alasan yang valid.

Manusia semuanya mempunyai kekurangan. Kelemahan. Kecacatan. Yang sempurna itu hanyalah Allah SWT. Yang Maha Perkasa, Maha Besar, Maha Bijaksana, hanyalah Allah SWT.

Manusia memang akan ada kekurangannya. Namun itu bukan alasan yang perlu diperbesar-besarkan untuk tidak berusaha mencapai sesuatu yang lebih tinggi.

Kita tahu kita lemah, maka kita pertamanya perlu mengenal pasti apakah benar ianya merupakan satu kelemahan? Atau sebenarnya sekadar mainan pemikiran kita?

Kemudian, apabila sudah mengenal pasti itu adalah sebuah kelemahan, kita patut berfikir bagaimana hendak mengatasinya? Apakah langkah-langkahnya?

Seterusnya pada masa yang sama, kita perlu nilai di dalam diri kita dan bertanya, apakah pula kekuatan yang kita ada?

Senaraikan dan kemudian fikir bagaimana hendak menggunakan kekuatan-kekuatan tersebut.
Perancangan dan cara berfikir sebeginilah yang akan menghasilkan kekuatan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada kita. Bukannya membesar-besarkan kelemahan, yang kemudiannya menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Di dalam kehidupan ini, ada satu perkara yang mampu menggandakan kekuatan yang ada sehingga mengatasi kelemahan yang wujud.
Itulah dia keyakinan.!!

Namun untuk kita orang-orang Islam yang punya keimanan.. keimanan.. pula mampu menggandakan kekuatan yang diberikan oleh keyakinan....

Jika ada kelemahan, cari jalan mengatasinya.
Bukan mempertuhankannya....

Jaga Hati...Hiasi Peribadi, Moga Bahagia ALLAH Di Hati
Di manakah letaknya ketenangan, kelapangan, dan kesenangan di dalam diri manusia?

Dari manakah rasa itu terbit? Dari tangan? Kaki? Perut? Tidak dan tidak.
Tetapi daripada hati. Bukan hati organ. Tetapi ‘hati’. Roh. Yang tidak kelihatan itu.
Kita kembali bertanya, hati itu milik siapa?
Ya, siapakah pencipta kepada hati?
“Allah.”
Dan roh kita menjawab.
Maka perjalanan mencari ketenangan adalah bermula dengan jawapan kita itu.....
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya.. Allah akan memahamkan ilmu agama.. kepadanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Setinggi apapun mencapai ilmu ma'rifattullah pada akhirnya kembali pada DIRI SENDIRI juga........

Sedalam apapun menggali Ilmu Ma'rifattullah pada akhirnya kembali pada DIRI SENDIRI juga........

Sejauh apapun mengejar Ilmu Ma'rifattullah pada akhirnya kembali pada DIRI SENDIRI juga........

Bahkan KEHADIRAT ALLAH SWT itu keberadaannya bukan di langit ketujuh tapi ada didalam DIRI SENDIRI.................

Lalu siapakah DIRI Ini ????

~Jaga Hati, Hiasi Peribadi, Moga Bahagia, Allah di Hati~
Makrifat.. adalah modalku, akal fikiran.. adalah sumber agamaku, rindu... kenderaanku..., berzikir kepada Allah.. kawan dekatku,.

Keteguhan.. perbendaharaanku, duka.. adalah kawanku, Ilmu.. adalah senjataku... ketabahan.. adalah pakaianku,.

Kerelaan.. adalah sasaranku, faqr.. adalah kebanggaku, menahan diri.. adalah pekerjaanku, keyakinan.. makananku,.

Kejujuran.. perantaraku, ketaatan.. adalah ukuranku, berjihad.. perangaiku, dan hiburanku adalah dalam sembahyang.

~(Jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya Ali bin Abi Thalib).~

Jumaat, 1 Jun 2012

♥ '♥ '. ♥ '♥ '. ♥ ' ».................. ♥

Ada masa dalam kehidupan cobaan datang melanda dan bertimpa-timpa sehinggakan kIta rasa tak mampu untuk menghadapinya... terasa hampir putus asa.

Pada ketika itu... ingatlah selalu bahwa apabila kita di uji, ia juga bermaksud Allah sedang dan selalu memerhatikan kita. Dia ingin kita menjadi yang terbaik, Dia ingin kita memperbaiki diri kita dan Dia mau kita kembali memohon dan berdoa pada Nya.

Allah sedang memberi peluang untuk memperbaiki hubungan kita dengan-NyaCobaan datang dengan sebab... bukan kebetulan. 

Tabahkan hati.. Kuatkan semangat.. dan kukuhkan iman. Berdoa dan berharap agar Allah senantiasa membantu kita untuk kembali kejalan yang benar...

jalan yang diridhaiNya.

Sesungguhnya setiap penyakit, bala dan cobaa nmerupakan kiffarat dosa kita yang lalu.

Moga Allah senantiasa melindungi dan membimbing kita ke jalan-Nya.

Kerana penghubung itu adalah suara hati...

Rabu, 21 Mac 2012

Menuntut Ilmu Ketuhanan yang Tulin..

Bismillahirahmanirrahim,

Salam dan selawat kepada junjungan Nabi saw dan Ahlul bait dan keturunan yang suci dan dikasihi, Para Sahabat Radiyallahuanhum yang setia dalam perjuangan, serta rahmat Allah swt keatas seluruh umat muslimin muslimat, dan mukminin mukminat.

Ilmu Ketuhanan adalah ilmu yang membicarakan tentang ketuhanan Allah Ta'ala yang merangkumi keesaan ZatNYA, SifatNYA, Asma'NYA dan Af'alNYA. Ia juga dikenali sebagai Ilmu Tauhid, (ilmu mengesakan Allah ) Ilmu Usuluddin (Ilmu Dasar Agama) , ilmu Makrifat (Ilmu Mengenal) ilmu Kalam, (Ilmu Permahasan) ilmu Hakikat (Ilmu Haq/kebnaran) ,Ilmu Tahkik (Ilmu Penetap), Ilmu Aqa'id (Ilmu Simpulan Iman)dan sebagainya. 

Orang-orang awam sering kali terkeliru apabila menyebut Ilmu Makrifat sebagai ilmu yang sudah terlalu tinggi dan tak perlu dipelajari oleh mereka-mereka yang di tahap awam. Pendapat itu salah. Sebab hukum mempelajari ilmu ketuhanan itu wajib bukannya sunat . Cuma kita perlu mengetahui had-had pembelajaran di tahap fardhu ain itu berbeda dengan pengetahuan di tahap fardhu kifayah.

Ilmu Makrifat ditahap fardhu ain membicarakan sifat-sifat yg wajib, mustahil dan harus bagi Allah Ta'ala serta sifat-sifat yg wajib , yang mustahil dan yang harus bagi Rasul. Ilmu Makrifat di tahap fardhu kifayah termasuklah pembahasan ilmu kalam yang dapat menghujjah kaum-kaum ahli bid'ah dan golongan-golongan atheis dan penentang ilmu ketuhanan. Ilmu Makrifat di tahap para-para Sufi dan Aulia'-Aulia' Allah ianya mengesakan Allah Ta'ala dalam fana baqobillah. Maka perlu diketahui had-had ilmu itu dan dituntut secara berperingkat-peringkat menurut kadar kemampuan seseorang. Allah swt tidak membebankan hambaNYA dengan perkara-perkara yang kita tidak berkemampuan.

Ilmu Makrifatullah adalah intipati dari kalimah Laailahailallah. Pengajian sifat 20 adalah asas kepada mengenal Allah dan tidak dapat tidak, kita wajib dan perlu mempelajarinya dan ianya termasuk di dalam ilmu fardhu ain bukan fardhu kifayah. Sabda Nabi saw bermaksud, "Menuntut ilmu itu fardhu bagi tiap2 muslimin dan muslimat." dan Ulama Usuluddin mensyarahkan Ilmu yang fardhu ain ini termasuklah 3 ilmu yang asas yaitu usul , fiqih dan tasawuf. Maka barangsiapa meninggalkan tuntutan menuntut ilmu yang fardhu ain ini bermakna meninggalkan kewajiban menuntut ilmu dan dia termasuk di dalam golongan orang yang berdosa meninggalkan kewajiban menuntut ilmu dan beramal tanpa ilmu menjadikan amalannya sia-sia. Beramal tanpa ilmu adalah sia-sia , berilmu tanpa amal juga sia-sia. 

"Awwaluddin Makrifatullah" , Ahli hadis tidak menyebutnya sebagai hadis sahih akan tetapi Imam Ali as pernah menyebut kata-kata ini di dalam ucapannya yg terkumpul dalam "Nahjul Balaghah". Walau apa pun itu lah isyarat paling penting di mana permulaan dari pada mempelajari agama adalah dengan mengenal Allah Ta'ala. Pengenalan kepada Allah Ta'ala adalah berbeda-beda mengikut tingkatan kefahaman masing-masing. Kita tidak boleh menyamakan kefahaman orang awam dengan kefahaman para nabi dan para wali. 

Mempelajari ilmu Tauhid ini termasuk di dalam ilmu fardhu ain di samping ilmu fiqih dan tasawuf. Setelah selesai mempelajari ilmu ini baru disusuli dengan ilmu-ilmu yang lain. Inilah kaedah yang d iikuti para sahabat nabi dan ulama rabbaniyyun dari kalangan salaf maupun khalaf dalam mempelajari agama ini. Tradisi semacam ini sudah ada dari masa Rasulullah, sebagaimana dikatakan sahabat Ibn 'Umar dan sahabat Jundub:

“Kami -selagi remaja saat mendekati baligh- bersama Rasulullah mempelajari iman (tauhid) dan belum mepelajari al-Qur’an. Kemudian kami mempelajari al-Qur’an maka bertambahlah keimanan kami". (H.R. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Hafidz al-Bushiri).

Mengenal Allah Ta'ala adalah awal permulaan kita beragama, apakah mungkin kita membawa kehidupan beragama tanpa mengenal Allah? Akan tetapi kita telah lupa akan pesanan Nabi dan Imam Ali as yang sangat penting ini. Apabila ada manusia yang coba membuka persoalan mengenal Allah atau makrifatullah orang-orang kebanyakan sering memandang sebagai ianya tidak penting. Manusia Islam kebanyakannya mengenepikan ilmu-ilmu tentang makrifatullah ini sedangkan itulah ilmu asas yang menjadi asas pengajian pondok di masa silam.

Orang awam yang belum mencapai tahap wali seringkali membuat kesilapan besar mengambil kata-kata dan kalam-kalam sufi perihal Ketuhanan. Apabila bahasa-bahasa sufi ini difahami secara dohir dan cara kefahaman awam maka seringkali berlaku kesalahan fahaman yang bahaya dari segi aqidah. 

Ajaran Wahdatul ujud atau dikenali di Nusantara sebagai martabat 7 bukan mudah untuk difahami secara baca kitab atau mengaji ilmu hakikat. Martabat 7 adalah sebenarnya intipati rasa atau zauk para wali di tahap tertinggi dan hakikatnya adalah berbeda dan bukan seperti yang difahami dengan melalui tulisan dan kata-kata . Jadi tak perlu aku menerangkan apa itu Martabat 7 di sini sebab tak siapa dapat memahaminya kecuali sudah merasainya.

Mereka yang tidak memahami wahdatul wujud akan menolak bulat-bulat kononnya tidak ada nas dari Al quran. sedangkan mereka lupa tentang ilmu laduni dan ilmu mukasyaffah yang di terangkan kewujudannya di dalam Al Quran. Tidakkan mereka mengambil iktibar dari kisah Musa as dan nabi allah Khidir as ??? Maka janganlah kita ikuti dakyah mereka-mereka yang jahil murakkab ini , yakni berhimpun dua jahil, jahil akan dirinya dan jahil akan tuhannya.

Sedih sekali mereka-mereka yang belajar ilmu hakikat merasakan yang mereka sudah memahami sedangkan pepatah sufi mengatakan " Lam ya zuuk , wa lam ya'rif" Barangsiapa tidak merasai zauk tidak akan mengetahunya. Itu isyarat dari para sufi dan wali Allah kenapa tidak kita pegang. Banyak guru yang belum sampai ke maqam tersebut cuba mengajar anak muridnya , kalau seorang guru yang arifbillah dia tahu had pembelajaran yang sepatutnya diberi kepada anak muridnya. Tapi ini bukan alasan buat kamu untuk menolak mencari guru !!!!

Yang sebenar-benar tuhan itu adalah Zat Laisakamishlihi syaiun. Maka untuk mengenal zat Allah Ta'ala ialah dengan kita mengenal sifatNYA melaui jalan sifat, yakni sifat bagi Zat Allah Ta'ala. Sifat itu adalah Sifat bagi Zat Allah Ta'ala yang berdiri bagi Zat , tidak bercerai dengan ZatNya.

Alam yang baru ini sebagai tanda dan dalil wujudnya Zat Allah Ta'ala. Zat itu tidak boleh dikaji sebab aqal kita terbatas dan tidak mampu untuk mengkaji Zat , sebab itu hanya kajian Zat diharamkan dan dilarang keras oleh Nabi saw. Kajian Sifat tidak dilarang oleh Nabi saw maka mengapa kita pula yang melarang orang-orang yang mau mengenal Allah. Buktinya terdapat banyak ayat-ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan tentang sifat bagi Zat Allah swt. 

Peringkat-peringkat mengenal Allah itu berbeda-beda menurut tahap seseorang . Ada yang dapat mengenal Allah Ta'ala dengan aqal semata-mata bagi orang awam. Dan ada yang dapat mengenal Allah dengan hati, jiwa, perasaan , ruh, dan sirr. Peringkat tertinggi adalah bagi Nabi saw diikuti oleh para2 Aulia' Allah sepertimana kisah , Zunnun al Misri rth. pernah ditanya tentang bagaimana memperoleh makrifat itu, beliau berkata :” ariftu rabbi bi rabbi” yang artinya aku mengenal Tuhanku dengan Tuhan. Karena mengenal Allah tidak akan bisa dengan logik dan akal, melainkan dengan hati sanubari yang bersih dan selalu di isi dengan Ismul 'Adzham (Asma' Agung Allah Ta'ala) 

Beliau mengatakan bahwa akhlak seorang arif billah adalah Allah Ta'ala dan orang yang arif billah akan bersifat seperti Akhlak Allah Ta'ala dan selalu menjaga perilakunya agar tidak terjebak dalam kenistaan dunia yang menghanyutkan dan menghinakan orang yang dekat kepada Allah. Jangan salah faham kenyatan ini sebab Nabi saw apabila ditanya kepada Saydatina Ummul Mukminin tentang akhlak Nabi saw , Aisyah ra menjawab , " Akhlak Nabi saw adalah Al Quran" . Maksud nya di sini mempunyai makna yang sama dengan Akhlak Allah kerana Al Quran itu Kalamullah.

Makna "Ariftu Rabbi bi Rabbi" itu "Aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku" ialah mengenal Allah Ta'ala dengan pengenalan terus daripada Allah Ta'ala yakni dengan ilmu Allah. Ta'ala. Saat paling sempurna semasa hayat Nabi mengenal Allah Ta'ala adalah semata mikraj Nabi saw. Dan saat paling sempurna baginya adalah sejak azali awal kejadian Hakikat Muhammadiah dan juga selepas wafat Nabi saw. Ia adalah satu putaran makrifat yang sempurna dari awal hingga ke akhir hayat Nabi saw. Nabi telah menyempurnakan putaran makrifatnya dengan Allah Ta'ala secara mantap berdasarkan ayat "Innalillahi wainna ilahirojiunn". Makna ini aku sesuaikan dengan kefahaman orang awam. Makna hakikinya hanya mereka yang mengalaminya yang akan memahaminya.

Apakah kita telah menyempurnakan putaran makrifat kita dengan Allah Ta'ala ? Tanyalah diri masing-masing dan kamu tentu sudah tahu jawaban nya di mana kedudukan kamu. di sisi Allah Ta'ala. Adakah ilmu yang aku bicarakan ini sesat ??? Atau manusia kebanyakkan yang telah jauh tersesat dari landasan makrifatullah . Atau adalah manusia takut untuk mengenal Allah Ta'ala kerana tidak sanggup berjumpa dengan Allah membawa segunung dosa dan melupakan perjanjian dengan Allah di alam Nur dan alam Ruh? ...

Maka barangsiapa yang tidak menurut jalan Allah dan Rasul serta orang2 soleh adalah mustahil dapat menemui jalan tauhid ini. Ini lah siratul mustaqim yakni jalan makrifatullah , jalan yang lurus meluruskan kita kepada makrifatulah. Awaluddin makrifatullah, akhir agama dengan kalimah Laailahaillallah .


Berusahalah mencari guru-guru ilmu tauhid dan mendalami selagi nyawa dikandung badan. Semoga anda semua mendapat menafaat dari perbincangan yang sedikit ini ,

insyaallah.

Mohonlah petunjuk dari Allah Swt , diperlihatkan jalan untuk menghampirinya... Amin...
(Credit for ;- Wisnu Nuhkara)

Ajaran Hidup....

  • Telinga jangan mendengarkan yang tidak layak didengar karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun kalau telinga terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam pendengaran.
  •  
  • Mata jangan sembarang melihat yang tidak layak dipandang karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila mata terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam penglihatan.
  •  
  • Kulit jangan digelisahkan karena panas ataupun dingin sebab menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka tetapi kalau kulit terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kulit.
  •  
  • Lidah jangan salah kecap karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila lidah terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari lidah.
  •  
  • Hidung jangan salah cium karena menjadi pintu bencana ,penye bab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila hidung terpelihara, kita akan mendapat keutama an yang berasal dari hidung.
  •  
  • Mulut jangan sembarang bicara karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka namun bila mulut terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari mulut.
  •  
  • Tangan jangan sembarang ambil karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka, namun bila tangan terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari tangan.
  •  
  • Kaki jangan sembarang melangkah karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila kaki terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kaki.
  •  
  • Rahasia itu terasa dalam bertutur, tapa itu terasa dalam berkelana, duduk itu terasa dalam keteguhan, kepastian itu terasa dalam kemustahilan, kelepasan itu terasa dalam memberi tanpa diberi, mengingat (eling) tanpa batas. 
  •  
  • Ini modal kesejahteraan yaitu semua mewakili namanya sendiri, semua melihat rupanya sendiri,namun kalau tidak terasa ibarat bengkok bertemu dengan bengkoknya, lurus bertemu dengan lurusnya,demikianlah karena perbuatan manusia maka sejahtera, karena perbuatan manusia maka sentosa.
  •  
  • Ini pekerjaan untuk jalan kita ingabdi, Pekerjaan itu disebut bakal budi, tingkah laku itu namanya jalan,hendaknya takut, berhati-hati, hormat dan sopan dalam tingkah, dalam perbuatan, dalam ulah dan perkataan.
  •  
  • Waspadalah agar kita terluput dari pancagati agar tidak sengsara,jangan hianat jangan culas, jangan menghianati diri sendiri,yang di katakan menghianati diri sendiri yaitu: yang ada dikatakan bukan, yang bukan dikatakan benar,ya begitulah,tekadnya penuh dengan muslihat,perbuatan memitnah, menyakiti hati (orang lain), itulah kenyataannya yang di sebut menghianati diri sendiri,yang disebut menghianati orang lain adalah: memetik (milik orang) tanpa izin, mengambil tanpa meminta, memungut tanpa memberi tahu,demikian pula: merampas. mencuri, merampok, menodong,segala macam perbuatan hianat, ya menghianati orang lain namanya.
  •  
  • bila telah selesai menunaikan semua kewajiban dan pekerjaan, periksalah kembali mana yang jelek mana yang bagus, mana yang buruk mana yang baik,begitulah bila ada yang memuji kita, hendaknya segan dan sadarlah kita, ganti kembalikan kepada yang memuji supaya kita tidak mementingkan pujian orang lain,kalau kita senang dipuji, ibarat galah panjang disambung ranting (belalai) karena merasa senang oleh pujian,lalu menjadi takabur karena merasa diri berkecukupan di rumah sendiri dengan makanan, minuman, kesenangan, kenikmatan dan perabotan, lalu dijadikan andalan,itu disebut galah panjang,itu ibarat padi hampa namanya.
  •  
  • Begitulah, kalau ada yang mencela (mengeritik) kepada kita, terimalah kritik orang lain itu,yang demikian itu ibarat galah sodok dipotong runcing,ibarat kita sedang dekil, celaan itu bagaikan air pemandian, ibarat kita sedang menderita kekeringan kulit, bagaikan datang orang yang meminyaki, ibarat kita sedang lapar, bagaikan datang yang memberi nasi, ibarat kita sedang dahaga, bagaikan datang orang yang mengantarkan minuman, ibarat kita sedang kesal hati, bagaikan datang orang yang memberi sirih pinang,itulah yang disebut lima penawar ibarat galah sodok diperpendek.
  •  
  • Hendaknya kita tidur sekedar penghilang kantuk, minum air sekedar penghilang haus, makan sekedar penghilang lapar, janganlah kita berlebih-lebihan,ingatlah bila suatu saat kita tidak memiliki apa-apa,demikian pula (mengenai) kejujuran anak-isteri,jangan bersikap pembeli hati supaya tidak hanya tampaknya saja berbuat,bila kita berhasil mengajarinya dan menuruti nasihat, itulah anak kita, isteri kita,bila tidak menuruti nasihat, mereka itu sama saja dengan orang lain,namun bila tetap bandel, isteri dan anak yang demikian, sudahlah jangan kita aku,pasti kita mendapat beban,pasti tersesat masuk neraka, musnah hasil amal kita, hilang pahala.
  • Ini ajaran, agar hidup kita tidak tanpa tekad memelihara hasrat,alat hias itu sisir, bejana berisi air itu jernih, tampak (dasar) tempatnya dan tampak tanpa busa,dikatakan: seri itu namanya emas, Adapun emas. bila tidak digosok suram warnanya, kalau digosok cemerlang indah sebab terpelihara.
  •  
  • Demikianlah tamsil kita manusia ini,kalau mentaati, sejahteralah perasaan kita ibarat lurus bertemu dengan lurus-nya,bila tidak mentaati ibarat bengkok ber temu dengan bengkoknya.
  • Alat hias itu cermin,adapun cermin, bila tidak terlihat, samarlah bayangan kita,bila terlihat akan jelaslah rupa kita di dalam cermin itu.
  •  
  • Begitulah manusia ini, dapat meniru perilaku orang lain bila sempurna pasti terikuti oleh perasaan kita,kalau tidak akan bisa menuruti nasihat, membelakangi aturan namanya.
  •  
  • Maksudnya, demikianlah bila kita akan bertindak, janganlah salah mencari tempat bertanya,bila ingin tahu tentang taman yang jernih, telaga berair sejuk tanyalah angsa,umpamanya ada orang menekuni pedoman hidup, jernih pikiran, hidup hasratnya, bergelora, ibarat angsa berada di telaga bening.
  •  
  • Bila ingin tahu tentang harum dan manisnya bunga, tanyalah kumbang,maksudnya yang di ibaratkan kumbang itu ialah orang dapat pergi mengembara,tahu perilaku orang lain,yang di ibaratkan harum bunga ialah manusia yang sempurna tingkah lakunya, manis tutur katanya selalu tampak tersenyum penuh kebahagiaan,maksudnya janganlah salah memilih tempat bertanya.
  • Oleh karena itu sekarang manusia ingat kepada Allah, mengetahui kerahasiaan manusia,itulah yang disebut ma nusia (yang paham) rahasia,bila mati sukmanya akan menemukan sorga kebahagiaan,mengalami siang tanpa malam, suka tanpa duka, kemulyaan tanpa kenistaan, senang tanpa penderitaan, indah tanpa buruk, gaib tanpa wujud, menjadi hilang tanpa menjadi bangsa mahluk kembali,itulah yang disebut kesadaran utama.

Selasa, 20 Mac 2012

Doa Ku...

Kalbu seorang muslimah langkahnya bisa berkata tanpa berkata,.....

perilakunya bisa dibaca oleh orang lain,...

indah kalbunya indah pula kata-katanya,
atau justru sebaliknya,

maka..,  jika ingin hidup ini indah jadikanlah
cahaya Allah sebagai tujuan kita,

karena Allah begitu indah dan ....
keindahannya akan terbiasa.... kepada kita jika Dia menghendaki..

Syukur...

Bismillahirrahmanirrahiim

Setiap kita sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya.

Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang kita makan,
Dari kemampuannya untuk menggunakan tangan
Hingga kemampuan berbicara,
Dari perasaan aman hingga perasaan bahagia,
Kita benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepada kita. Akan tetapi kebanyakan kita tidak menyadari kelemahan kita dan tidak menyadari bahwa kita sangat memerlukan Allah.

Kita menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau kita menganggap bahwa segala sesuatu yang kita peroleh adalah karena hasil jerih payah kita sendiri.

Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, kita yang telah menyatakan rasa terima kasih kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepada kita, namun kita menghabiskan hidup kita dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidup kita.

Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada kita sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ….
(Q.s. an-Nahl: 18).

Jaga Hati, Jaga Diri....

Assalamu'allaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim

Ya Allah,
jauhkan hati ini dari segala kebusukan hati. Berikan kepada kami kebahagiaan seperti nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih. Berikan kepada kami kesanggupan rendah hati dan kenikmatan beramal dengan tulus dan ikhlas.

Wahai Allah,
hanya Engkaulah tumpuan harapan kami, kepada-Mulah kembalinya segala urusan,
terimalah amal-amal kami.~!!!

Semua yg kita miliki tidak ada satupun yg dapat kita bawa pd saat kematian, kecuali amal baik dan amal buruk yg telah kita lakukan selama hidup yg kemudian akan diminta pertanggungjawabannya kelak di yaumul hisab. harta, tahta, semua yg kita miliki adalah cuma titipan yg Se waktu2 Allah SWT mengambilnya kembali dari kita…

Ya Allah,
Perbaikilah AGAMAku untukku yg mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah DUNIAku yg di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah AKHIRATku untukku yg di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah HIDUP ku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah MATI ku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.”
(HR Muslim 489)

Waktu adalah kehidupan…
jika digunakan untuk berpikir akan menjadi kekuatan…

Jika digunakan untuk berdoa akan menjadi keberkahan dan rahmat…
jika digunakan untuk bekerja, akan membawa keberhasilan…
jika digunakan untuk beramal, maka akan mengantarkan kita ke surga…


Aamiin Allahuma Aamiin......

Monolog Hati...~

Manusia hidup selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Ketika muda kita diharuskan memilih sekolah, setelah selesai kita wajib memilih pekerjaan, lalu memilih tempat tinggal, memilih pasangan hidup,  bahkan juga memilih parti politik untuk menyalurkan aspirasi kita.

Kadang kita bingung, apa pegangan atau parameter kita dalam memilih ini.

Rasulullah mengajarkan doa yang bisa ditarik hikmah yang dalam. Doa itu sering dibaca orang seusai sholat.

Bunyinya, "Allahumma inni as'aluka salamatan fid dien, wa 'afiyatan fi jasadi, wa ziyadatan fi 'ilmi, wabarakatan fi rizqi, wa taubatan qablal maut .
Doa ini boleh.. kita jadikan tips memilih ala Rasulullah.

Yang pertama, Salamatan fid din, pilihan itu harus menyelamatkan agama kita. Kita masih boleh  mengkaji Islam, masih boleh  Ibadah, masih boleh menutup aurat, masih boleh  menjauhi yang haram..,  dan menjalankan  yang wajib, termasuk untuk berdakwah. Rugi kita memilih sekolah yang
Hebat,  tapi nanti merusak aqidah kita. Demikian juga dalam memilih tempat kerja, rumah atau pun Jodoh.

Kedua, Afiyat fi jasadi, pilihan itu harus mampu menjaga kesehatan  kita; tidak mengikis tubuh kita sedikit demi sedikit tanpa makna.Apa artinya penghasilan tinggi, tapi badan hancur, sampai kita tidak boleh Ibadah lagi, sehingga kebahagiaan tidak berklanjutan.

Ketiga Ziyadatan fi ilmi, pilihan itu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kita. Kita bergaul atau bekerja tidak untuk makin bodoh.Jadi pilih lingkungan kerja atau pergaulan yang meluaskan wawasan maupun ilmu kita, sebagai bekal amal saleh kita. Karena tiada amal kecuali dengan ilmunya.

Keempat, Barakatan fi rizqi, pilihan itu membawa berkah dalam rizki kita. Rizki kita itu tidak cuma yang berujud materi, tapi juga yang non materi, seperti udara yang segar, suasana aman dan tenang, istri yang shalihah /suami yang soleh dst.

Apa artinya pilihan dengan penghasilan besar dan fasilitas mewah, bila lalu jarang ketemu anak istri, ataupun, mengabaikan rumahtangga...suami...
sampai akhirnya rumah tangga seperti neraka .

Kelima, Taubatan qabla maut, pilihan itu masih memberi ruang kepada  kita untuk memperbaiki diri, taubat, atau bahkan bila perlu menarik diri (mundur) secara baik-baik, bila ternyata ada sesuatu yang haram atau membahayakan di dalamnya. Ada bidang 'profesi' yang praktis tidak memberi peluang exit seperti ini, misalnya jadi dealer narkoba.

Nah semua ini, dilandasi dengan pengenalan syariat yang shahih, serta niat yang ihlas, insya Allah akan menjadikan kita meraih kebaikan dalam pilihan-pilihan kita. Karena semua ukuran baik-buruk, berkah-tidak, tentu saja tidak oleh ukuran manusia yang picik ini, tapi oleh ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah dalam hukum syariatnya.

Allah berfirman:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia  amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui." (Qs. 2:216).

Iya,
Pilihan di tangan kita sendiri..kita yang mencorakkan..apa yang kita pilih, dan apa yang kita jadi.....Cakkk Pongg~!!

Selasa, 28 Februari 2012

Happiness comes when we stop complaining about the troubles we have and offer thanks for all the troubles we don't have. Life is a gift!

Cause sometimes, you just feel tired. Feel weak. And when you feel weak, you feel like you wanna just give up. 
But you gotta search within you. You gotta find that inner strength, and just pull that shit out of you. And get that motivation to NOT give up and NOT be a quitter. 
No matter how bad you wanna just fall flat on your face and collapse...

LoVe It!!

Kalau kita berjaya memotivasi diri sendiri, itu hebat.!

Tetapi andainya kita boleh menjadikan orang lain seperti kita, itu baru hebat sangat~!!!

Syukur...Sabar...Senyum.....

Setiap saat kita perlu bersyukur dengan rahmatNya,nikmatNya.Walau apapun situasi kita,kita tetap lebih baik dari orang lain.Ya Allah,ku bersyukur di atas segala nikmatMu,sesungguhnya Kau yang Maha Memberi Nikmat. Subhanallah! Jadikanlah kami orang yang Hidup Luar Biasa Bahagia, Sihat, Kaya, Berjaya dan Diberkati oleh Mu Ya Allah, Ya Fattahu Ya Razzaq.~!!~

Bicara Hati KU...

Akal pemikiran dalam diri seseorang manusia saya lihat tidak nampak pembangunan diri sekiranya mereka masih berada di takuk lama dan tidak berfikiran jauh jika tidak adanya kaji an terhadap penemuan fakta-fakta yang baru ditemui.

Teringat kepada Guru saya,  beliau berkata bahawa
"manusia ini hidup untuk apa?

Dalam kehidupan, kita diajar dalam konsep kehidupan kepada tiga perkara iaitu membaca, mengaji dan mengkaji."

Jika boleh dihuraikan tiga perkara ini dalam soal pembacaan Al-Quran, membaca adalah cara seseorang itu belajar bagaimana hendak menyebut surah-surah Al-Quran. Apabila sudah adanya asas, dipelajari pula asas tajwid untuk mengaji dan apabila sudah faham terhadap dua asas pertama maka langkah akhir adalah mengkaji yakni memahami isi kandung tafsir Al-Quran.

Kesimpulan daripada tiga perkara ini adalah apabila didatangi kita dengan suatu ilmu bukanlah sewenang-wenangnya untuk kita terima bulat-bulat tetapi harus diselidiki dan diteliti agar kita ketahui bahawa ilmu itu bukanlah ilmu yang menyempitkan akal fikiran tetapi meluaskan pemikiran seorang manusia.

Sedangkan dalam Al-Quran sendiri telah menyebut jika datang kepada kita suatu berita harus diperiksa terlebih dahulu sama ada sahih atau batil.

Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang fasiq kepada kamu membawa berita, periksalah ia terlebih dahulu. Agar nanti jangan kamu menghukum sesuatu kaum dalam keadaan jahil (terhadap apa yang benar), lantas kamu kemudiannya menyesal atas apa yang telah kamu lakukan.
 (Surah Al-Hujurat 49 : 6)

 Maka, dengan demikian manusia bukanlah dicipta hanya untuk menerima suatu ilmu dengan satu tiada bantahan atau kritikan.

Jika ya, tiada gunalah fungsi akal di dalam penciptaan manusia sebagai sistem operasi manusia yang paling canggih untuk bertindak balas terhadap persekitaran semasa.

Terkilan juga apabila membaca mana-mana tulisan yang menyatakan tidak dapat menerima pandangan yang berbeza dan pandangan yang jauh keterbukaan.

Sedangkan manusia diciptakan dengan pelbagai perbezaan dari segi perwatakan, perbuatan, pemakaian. Cuma janganlah berbeza terhadap perkara yang telah sepakat di dalam syariat Islam seperti mana yang telah Allah swt sebut di dalam Al-Quran.

Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka ikuti dan jalankan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain membantahmu dalam urusan syariaatmu dan serulah (wahai Muhammad) umat manusia kepada agama Tuhanmu, kerana sesungguhnya engkau adalah berada di atas jalan yang lurus. (Surah Al-Hajj: Ayat 67)
Dalam konteks kini, masyarakat sering dibawakan kepada mereka akan berita-berita yang kadang-kadang amatlah bercanggah dengan akal fikiran.

 Dunia sekarang bukan lagi dunia yang menangkuk air di tepi arus kerana dunia telah mengecapi kemudahan dalam mencari maklumat.

Maka, wajar masyarakat pada hari ini meninggalkan kejumudan dan mendekatkan kepada fikrah yang bersih daripada akal yang sempit ke arah akal yang lebih keterbukaan.

Jaga hati, Hiasi peribadi, Moga bahagia, Allah di Hati..

Stop worrying about what other people think! :)

If asked to choose between having the world or my family, Id choose my family and try to give them the world, as the world without my family isn't worth having!

The life you live is the lesson you teach. ~♥~

You don't have the power to make life "fair," but you do have the power to make life joyful." 


Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di
pekarangan sendiri.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan .
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah !
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu .
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar .

Bersyukurlah !
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit .
Karena Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah !
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu .
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang .

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru .
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu .

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat .
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga .

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih .
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan .

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik…
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut…
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …

Jaga hati, Hiasi peribadi, moga bahagia, Allah Di Hati..

Syukur Ahlamdulilah....

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan daripada Abdullah bin 'Amru katanya, aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda
;


" Ada 2 perkara yang apabila 2 perkara ini ada pada seseorang manusia itu, maka manusia itu dikira sebagai seorang yang bersukur dan sabar di sisi Allah SWT, dan barang siapa yang tiada padanya ( 2 perkara), maka dia tidak dikira oleh Allah sebagai seorang yang bersyukur dan sabar :

(1) Barang siapa dalam urusan agamanya dia melihat kepada orang yang lebih atas daripadanya, lalu dia mengambil orang itu dijadikan pedoman baginya, maka dia dikira sebagai seorang yang bersyukur dan sabar di sisi Allah SWT.



(2) Dan dalam urusan dunianya dia melihat orang yang di bawah daripadanya, lalu dia bersyukur kepada Allah di atas kelebihan yang Allah berikan kepadanya, maka dia dikira sebagai seorang yang bersyukur dan sabar di sisi Allah SWT."


(Hadis Riwayat Imam At-Tirmizi)

Jaga hati, Hiasi peribadi, moga bahagia, Allah dihati
Cakk ponggg~~!