Catatan Popular

Rabu, 21 Mac 2012

Ajaran Hidup....

  • Telinga jangan mendengarkan yang tidak layak didengar karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun kalau telinga terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam pendengaran.
  •  
  • Mata jangan sembarang melihat yang tidak layak dipandang karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila mata terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam penglihatan.
  •  
  • Kulit jangan digelisahkan karena panas ataupun dingin sebab menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka tetapi kalau kulit terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kulit.
  •  
  • Lidah jangan salah kecap karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila lidah terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari lidah.
  •  
  • Hidung jangan salah cium karena menjadi pintu bencana ,penye bab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila hidung terpelihara, kita akan mendapat keutama an yang berasal dari hidung.
  •  
  • Mulut jangan sembarang bicara karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka namun bila mulut terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari mulut.
  •  
  • Tangan jangan sembarang ambil karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka, namun bila tangan terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari tangan.
  •  
  • Kaki jangan sembarang melangkah karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila kaki terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kaki.
  •  
  • Rahasia itu terasa dalam bertutur, tapa itu terasa dalam berkelana, duduk itu terasa dalam keteguhan, kepastian itu terasa dalam kemustahilan, kelepasan itu terasa dalam memberi tanpa diberi, mengingat (eling) tanpa batas. 
  •  
  • Ini modal kesejahteraan yaitu semua mewakili namanya sendiri, semua melihat rupanya sendiri,namun kalau tidak terasa ibarat bengkok bertemu dengan bengkoknya, lurus bertemu dengan lurusnya,demikianlah karena perbuatan manusia maka sejahtera, karena perbuatan manusia maka sentosa.
  •  
  • Ini pekerjaan untuk jalan kita ingabdi, Pekerjaan itu disebut bakal budi, tingkah laku itu namanya jalan,hendaknya takut, berhati-hati, hormat dan sopan dalam tingkah, dalam perbuatan, dalam ulah dan perkataan.
  •  
  • Waspadalah agar kita terluput dari pancagati agar tidak sengsara,jangan hianat jangan culas, jangan menghianati diri sendiri,yang di katakan menghianati diri sendiri yaitu: yang ada dikatakan bukan, yang bukan dikatakan benar,ya begitulah,tekadnya penuh dengan muslihat,perbuatan memitnah, menyakiti hati (orang lain), itulah kenyataannya yang di sebut menghianati diri sendiri,yang disebut menghianati orang lain adalah: memetik (milik orang) tanpa izin, mengambil tanpa meminta, memungut tanpa memberi tahu,demikian pula: merampas. mencuri, merampok, menodong,segala macam perbuatan hianat, ya menghianati orang lain namanya.
  •  
  • bila telah selesai menunaikan semua kewajiban dan pekerjaan, periksalah kembali mana yang jelek mana yang bagus, mana yang buruk mana yang baik,begitulah bila ada yang memuji kita, hendaknya segan dan sadarlah kita, ganti kembalikan kepada yang memuji supaya kita tidak mementingkan pujian orang lain,kalau kita senang dipuji, ibarat galah panjang disambung ranting (belalai) karena merasa senang oleh pujian,lalu menjadi takabur karena merasa diri berkecukupan di rumah sendiri dengan makanan, minuman, kesenangan, kenikmatan dan perabotan, lalu dijadikan andalan,itu disebut galah panjang,itu ibarat padi hampa namanya.
  •  
  • Begitulah, kalau ada yang mencela (mengeritik) kepada kita, terimalah kritik orang lain itu,yang demikian itu ibarat galah sodok dipotong runcing,ibarat kita sedang dekil, celaan itu bagaikan air pemandian, ibarat kita sedang menderita kekeringan kulit, bagaikan datang orang yang meminyaki, ibarat kita sedang lapar, bagaikan datang yang memberi nasi, ibarat kita sedang dahaga, bagaikan datang orang yang mengantarkan minuman, ibarat kita sedang kesal hati, bagaikan datang orang yang memberi sirih pinang,itulah yang disebut lima penawar ibarat galah sodok diperpendek.
  •  
  • Hendaknya kita tidur sekedar penghilang kantuk, minum air sekedar penghilang haus, makan sekedar penghilang lapar, janganlah kita berlebih-lebihan,ingatlah bila suatu saat kita tidak memiliki apa-apa,demikian pula (mengenai) kejujuran anak-isteri,jangan bersikap pembeli hati supaya tidak hanya tampaknya saja berbuat,bila kita berhasil mengajarinya dan menuruti nasihat, itulah anak kita, isteri kita,bila tidak menuruti nasihat, mereka itu sama saja dengan orang lain,namun bila tetap bandel, isteri dan anak yang demikian, sudahlah jangan kita aku,pasti kita mendapat beban,pasti tersesat masuk neraka, musnah hasil amal kita, hilang pahala.
  • Ini ajaran, agar hidup kita tidak tanpa tekad memelihara hasrat,alat hias itu sisir, bejana berisi air itu jernih, tampak (dasar) tempatnya dan tampak tanpa busa,dikatakan: seri itu namanya emas, Adapun emas. bila tidak digosok suram warnanya, kalau digosok cemerlang indah sebab terpelihara.
  •  
  • Demikianlah tamsil kita manusia ini,kalau mentaati, sejahteralah perasaan kita ibarat lurus bertemu dengan lurus-nya,bila tidak mentaati ibarat bengkok ber temu dengan bengkoknya.
  • Alat hias itu cermin,adapun cermin, bila tidak terlihat, samarlah bayangan kita,bila terlihat akan jelaslah rupa kita di dalam cermin itu.
  •  
  • Begitulah manusia ini, dapat meniru perilaku orang lain bila sempurna pasti terikuti oleh perasaan kita,kalau tidak akan bisa menuruti nasihat, membelakangi aturan namanya.
  •  
  • Maksudnya, demikianlah bila kita akan bertindak, janganlah salah mencari tempat bertanya,bila ingin tahu tentang taman yang jernih, telaga berair sejuk tanyalah angsa,umpamanya ada orang menekuni pedoman hidup, jernih pikiran, hidup hasratnya, bergelora, ibarat angsa berada di telaga bening.
  •  
  • Bila ingin tahu tentang harum dan manisnya bunga, tanyalah kumbang,maksudnya yang di ibaratkan kumbang itu ialah orang dapat pergi mengembara,tahu perilaku orang lain,yang di ibaratkan harum bunga ialah manusia yang sempurna tingkah lakunya, manis tutur katanya selalu tampak tersenyum penuh kebahagiaan,maksudnya janganlah salah memilih tempat bertanya.
  • Oleh karena itu sekarang manusia ingat kepada Allah, mengetahui kerahasiaan manusia,itulah yang disebut ma nusia (yang paham) rahasia,bila mati sukmanya akan menemukan sorga kebahagiaan,mengalami siang tanpa malam, suka tanpa duka, kemulyaan tanpa kenistaan, senang tanpa penderitaan, indah tanpa buruk, gaib tanpa wujud, menjadi hilang tanpa menjadi bangsa mahluk kembali,itulah yang disebut kesadaran utama.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan