INNALLAHA YA, MURUKUM AN TUWADDUUL AMAANAATI ILLA AHLIHAA. Artinya : Bahwasanya Allah taala menyuruh akan kamu mengembalikan amanat itu maka hapus karam sekalian Sifat Basyarih diri kita didalam laut Bahrul Qadim maka nyatalah sifat laut semata-mata yaitu laut Ilmullah,maka kata olehmu Allahu Akbar telah fana'a lah sekalian keadaan zat diri kita yang kehambaan maka nyatalah baqa keadaan Zatullah semata-mata inilah yang kita syuhudkan sampai kepada salam.
Maka janganlah kamu lalai dari pada perkataan ini.
Dan apapun artinya syuhud itu dipandang dengan mata hati dan mata hati itu pengetahuan nyawa dan dan Ilmu nyawa dan yang sebenar-benarnya ilmu nyawa itu Iman pada kita dan yang sebenar-benarnya Syirullah itu cahaya Kalam Zatullah yang tiada huruf dan tiada suara yaitulah wujud yang Muthalaq.
Perjalanan insan di dunia banyak terpaku pada tipu daya dunia yg menyebabkan kurang tajamnya mata hati ,karena mata hati itulah wujud goibnya insan pada hal yg maha goib ,bagaimana yg suci mau perlihatkan diri nya pada yg kotor ,dan yg halus takan terlihat oleh kasar yaitu badan jasmani.
Manusia mengikuti sifat af'al dan asmanya untuk mencapai ketingkat selanjutnya dalam hal pengetahuan ilmu kesempurnaan tapi banyaknya cuma diam di tempat asmanya saja kerna sudah merasa nikmat sudah merasa mengetahui arti yg sebenarnya padahal semuanya belum di temukan ,kilatan cahaya yg di tangkap oleh mata hatinya masih berbentuk warna belum hilangnya semua warna , tapi semua itu juga di dapat dari hasil musahabah dirinya.
Pintu rasa hatimu dari sipat awasnya rasa itu mutlak hasil dari keruhanian insan sebab tak ada batas penghalang ,karena awasnya rasa bukanlah dari suatu amalan mantra atau alhikmah tetapi dari hasil pencapaian kesejatian Hidupnya roh insan,karena awasnya rasa tak pernah ikrar untuk berbohong ,kalau hasilnya hitam makan akan di sebut hitam dan kalau putih akan di kata putih , manusia bernama insan akan tetap menjalankan tugasnya walau di kotori oleh kehendak nafsunya tetapi dapat memisahkan hasilnya dari perbuatan dirinya ,karena hakikatnya manusia tidak sama dengan wujud jasmaniahnya ,seperti kita bercermin itu hasil bayangannya dirinya jasmaniah , maka banyak kesalahan dalam hal pengetahuan itu suka di salah tafsirkan ,masa manusia goib masih di samakan dengan betuknya bayangan diri jasmaninya...manusia hakekatnya tak sama dengan wujud dirinya yg masih berbentuk wujud dari kepala sampai dampal kaki ,manusia hakeki itu wujud kesempurnaan Hidup yg tak pernah kena oleh mati.
Islam pada hakikatnya itu bersih suci tak pernah kotor dan tak berkeinginan ,islam itu sejatinya iman nur bukan kepercayaan yg semata pada hal kebendaan ,islam tak pernah mencelakai pada yg meyakininya dan tak menyakiti dan merusak ,islam adalah kebersihan mutlaq yg tak bisa kita capai selagi di dunia ini...kita boleh tau akan islam tapi janganlah ingin mengetahui soal islam karena islam itu tak berkehendak.
Iman itu di dapat dari tauhid keyakinan ,tauhid di dapat dari makrifat pengetahuan dan pengetahuan di dapat dari islam , kalau sudah tau akan hal ini maka takan ada kerusakan di muka bumi karena semua insan akan mengetahui wujud kebenaran yg sejati tetapi akan hilanglah para ahli sariat mereka dalam berjama'ah dalam hal beribadah untuk saling berkumpul dalam mesjid , maka di sini harus di ikatkan dan di jalankan antara hukum agama dan darigama ,hukum agama yg berasakan perintah nabi muhamad dan darigama berasakan hukum negara..kita akan selamat bila menjalankan kedua hukum dunia itu.
Ilmu dalam artiannya itu keluasan tak tercapai oleh akal tetapi ilmu adalah kunci manusia untuk pencapaian dirinya dan ilmu itu ada tutupnya soal ketuhanan bila manusia sudah di kasih tau tetang Dat ,sifatnya..karena sudah tidak ada hal ilmu yg harus di buka lagi semuanya akan kembali pada Dat itu sendiri.
Nur itu untuk keyakinan insan dalam menemukan kesejatian yg Maha hidup dan keselamatan bagi si insan dari segala hijab yg menghalangi dari asalnya waktu di Qadim tempat semua mahluk.
Wujud itu hasil dari pada ke syuhudan seorang insan dalam mengenal haq ilmu dan Allahnya dalam pandangan mata rasa batinya ,karena dalam ilmu wujud hanya Allah yg melihat dan Allah juga yg memperlihatkannya akan Wujudnya Dat laesa kamislihi Dat yg tidak bisa di umpamakan dan di samakan dengan apapun juga.
Seorang insan harus sidik dan yakinnya dalam hal ini jangan di terka atau di bayangkan karena semua itu bukan bagian akal atau logika manusia , adapun akal untuk menyelelaraskan akan rasa hatinya dan akal sering salah menafsirkan kalau tak ada ilmunya.
Bila seorang insan mengetahui tentang hukum hakikat janganlah di kasih tau ,karena hukum hakikat bertentangan dengan hukum sariat ,dan bila di kasih tau pada ahli yg tidak mengetahuinya akan jadi pasal kesalahan besar baginya dan akan merusak masa hidupnya di dunia ,karena hakikat dan sariat takan padu dan sama dalam hukumnya ,dalam soal paham juga banyak perbedaan antara ahli sariat dengan ahli tarikat...susah nya orang tarikat di dunia takan susah di akhiratnya , orang sariat akan mengalami tahap siksaan tiga masa dalam perjalanannya , 1.masa dia di waktu sekarat ,2.masa dia di waktu kubur yaitu alam antara ,3. masa di alam barjah yaitu masa pembalasan dan hisab al yaumil kiyamah di hari akhir...
Orang ahli tarikat akan lepas dari pintu siksa karena sudah di jamin oleh Rosul akan keselamatan kalau sudah tau akan kesejatian yg maha hidup , karena dalam hal ini apa lagi yg mau di pertanyak dan di hisabnya , soal urusan di dunianya bukan bagian akherat baginya
tapi untuk keselamatan di dunia ,kena ikuti aturan dunia maka selamatlah dari hukum dunianya.
Dalam menjalankan kehidupan di dunia harus dengan kesadaran dan kepasrahan dalam menghadapinya ,biar berbagai liku kehidupan kita rasakan bagaimanapun bentuknya ,baik dan buruknya kena di rasakan agar jadi bahan pertimbangan dalam mengolahnya dan merasakan untuk di pahami ,jangan anggap semua itu uji atau ujian ke hidupan tapi nikmatilah keseluruhan nya supaya mampu mencapai dengan keiklasan yg sebenarnya ,anggap semuanya sebagai perjalanan insan di muka bumi ini yg bisa melangkah dengan ketenangan jiwa , sungguh ironis manusia yg tak paham makna kehidupan dalam menghadapi medan dunia ,maka dari kedua sisi baik dan keburukan kena kita terima akan sipat itu ,karena kedua sisi sifat itu hasil dari perasaan seorang insan yg tak mengetahui hasil akhirnya dalam menggapai kesempurnaan Dirinya , jangan ada kata menyesal kita dalam hal apapun juga ,terimalah akan kehendak diri karena kitalah yg menjalankannya akan jalan itu sendiri ,Tuhan telah memberikan kita jalan untuk di pilih baik itu sifat baik dan buruknya.
Akhlaq itu bagian dari budi ,cipta dan perasaan , hasil semuanya itu untuk membentuk kita bertalian dengan sesama insan , membudi dayakan hasil akan kebaikan diri berhubungan dengan kehidupan alam sekitar agar di terima dari bagian ke hidupan orang lain ,maka kena berakhlak baiklah insan itu tetapi untuk menggapai seorang insan yg mulya itu susah kita terapkan karena harus berdasarkan ilmu yg sebenarnya ,insan yg mulya adalah yg mempunyai sikap kebaikan dalam hal ilmunya dan mengetahui jalan akhir menuju kepulangannya ke alam akheratnya ,sudah tiada berhubungan akan hasil budi ahlak dan perasaan lagi karena itu adalah bagian dunia...mereka ini tak mau di lihat hasil kebaikannya dan di sembunyikan akan ahlaknya pada sesama dan tidak mau penilaian hasil dari orang lain karena anggapan orang itu tak berkepentingan dalam kehidupan nanti di akhirnya ,hanya amal yg di sembunyikan itulah hasil akhirnya , kalau masih ada mau penilaian antara makhluk itu rasa ke riyaan dalam wujudnya...pahamilah apa yg sudah kita pahamkan ,karena kitalah yg mengalaminya sendiri bukan pengalaman orang lain.
Wa'alaikum salam.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan