Catatan Popular

Selasa, 20 Mac 2012

Monolog Hati...~

Manusia hidup selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Ketika muda kita diharuskan memilih sekolah, setelah selesai kita wajib memilih pekerjaan, lalu memilih tempat tinggal, memilih pasangan hidup,  bahkan juga memilih parti politik untuk menyalurkan aspirasi kita.

Kadang kita bingung, apa pegangan atau parameter kita dalam memilih ini.

Rasulullah mengajarkan doa yang bisa ditarik hikmah yang dalam. Doa itu sering dibaca orang seusai sholat.

Bunyinya, "Allahumma inni as'aluka salamatan fid dien, wa 'afiyatan fi jasadi, wa ziyadatan fi 'ilmi, wabarakatan fi rizqi, wa taubatan qablal maut .
Doa ini boleh.. kita jadikan tips memilih ala Rasulullah.

Yang pertama, Salamatan fid din, pilihan itu harus menyelamatkan agama kita. Kita masih boleh  mengkaji Islam, masih boleh  Ibadah, masih boleh menutup aurat, masih boleh  menjauhi yang haram..,  dan menjalankan  yang wajib, termasuk untuk berdakwah. Rugi kita memilih sekolah yang
Hebat,  tapi nanti merusak aqidah kita. Demikian juga dalam memilih tempat kerja, rumah atau pun Jodoh.

Kedua, Afiyat fi jasadi, pilihan itu harus mampu menjaga kesehatan  kita; tidak mengikis tubuh kita sedikit demi sedikit tanpa makna.Apa artinya penghasilan tinggi, tapi badan hancur, sampai kita tidak boleh Ibadah lagi, sehingga kebahagiaan tidak berklanjutan.

Ketiga Ziyadatan fi ilmi, pilihan itu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kita. Kita bergaul atau bekerja tidak untuk makin bodoh.Jadi pilih lingkungan kerja atau pergaulan yang meluaskan wawasan maupun ilmu kita, sebagai bekal amal saleh kita. Karena tiada amal kecuali dengan ilmunya.

Keempat, Barakatan fi rizqi, pilihan itu membawa berkah dalam rizki kita. Rizki kita itu tidak cuma yang berujud materi, tapi juga yang non materi, seperti udara yang segar, suasana aman dan tenang, istri yang shalihah /suami yang soleh dst.

Apa artinya pilihan dengan penghasilan besar dan fasilitas mewah, bila lalu jarang ketemu anak istri, ataupun, mengabaikan rumahtangga...suami...
sampai akhirnya rumah tangga seperti neraka .

Kelima, Taubatan qabla maut, pilihan itu masih memberi ruang kepada  kita untuk memperbaiki diri, taubat, atau bahkan bila perlu menarik diri (mundur) secara baik-baik, bila ternyata ada sesuatu yang haram atau membahayakan di dalamnya. Ada bidang 'profesi' yang praktis tidak memberi peluang exit seperti ini, misalnya jadi dealer narkoba.

Nah semua ini, dilandasi dengan pengenalan syariat yang shahih, serta niat yang ihlas, insya Allah akan menjadikan kita meraih kebaikan dalam pilihan-pilihan kita. Karena semua ukuran baik-buruk, berkah-tidak, tentu saja tidak oleh ukuran manusia yang picik ini, tapi oleh ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah dalam hukum syariatnya.

Allah berfirman:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia  amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui." (Qs. 2:216).

Iya,
Pilihan di tangan kita sendiri..kita yang mencorakkan..apa yang kita pilih, dan apa yang kita jadi.....Cakkk Pongg~!!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan