Catatan Popular

Khamis, 25 Ogos 2011

~Mendidik Hati Dengan Ilmu~*

Demi kalam dan apa yang mereka tulis.(Qs.Al Qalam :1).
Sesungguhnya kita telah menuliskan dan mencatat dengan segala perbuatan yang kita lakukan itulah kalam kita ,maka berhati-hatilah dalam hal ini jangan sampai tulisan amal perbuatan kita di penuhi dengan keburukan,sebab perbuatan itu akan di pertanggung jawabkan di dunia maupun di akherat nanti,jagalah ucapan dan perbuatan jangan tepeleset ke jalan yang merugikan.

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.(Qs.Al Qalam:4).
Bila kita bisa mendidik akal budi pekerti dengan Hati ,meninggalkan segala laranganNya dan mendekati perintahNya,Insya Allah akan tecipta kebaikan di dalamnya (dunia dan akherat),Allah akan menjaga dan memelihara mahluknya bila kita taat menjalankan akan perintah utusan yaitu nabi muhamad saw.

Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini. (QS. Al-Kahfi: 10).Bila kita hayati ayat ini akan merasa takut sesab dalam paraktek menyempurnakannya dalam urusan ini sering terlena oleh urusan dunia,maka kita harus menyeimbangkan antara urusan dunia dan akherat dengan jalan mendalami Ilmu dan memperaktekannya supaya jangan terus terbawa dalam angan-angan belaka dan mengurus urusan dunia saja,dunia boleh kita cari utuk keperluan hidup tapi jangan lupakan akherat.

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya dan Dia lah Yang Paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(Qs.Al Qalam:7).
Mereka orang-orang yang buta mata hatinya akan gelap dengan hidayah Allah karena tidak memahami ayat-ayat Allah dan tidak mau belajar Ilmu agama dan mereka orang-orang yang mencari jalan Ilmu kepada agama akan di beri petunjuk hidayah dengan belajar memahami ayat-ayat Allah dan akan di karuniakan pemahaman dalam Ilmunya.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah),mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS, Al –A'raaf :179),buta di dalam ayat ini bukan berarti buta lahiriyah, akan tetapi 'buta mata hati', sebagaimana disinggung dalam ayat lain, sesungguhnya pandangan mata itu tidak buta, akan tetapi yang buta adalah pandangan hati yang ada di dalam dada.(QS. Al-Hajj: 46).

Syech Abdul Qadir Al-Jaelany menyampaikan, mereka yang sadar diri senantiasa memandang Allah Azza wa Jalla dengan qalbunya, ketika terpadu jadilah keteguhan yang satu yang mengugurkan hijab-hijab antara diri mereka dengan DiriNya.
semua banungan runtuh tinggal maknanya,seluruh sendi-sendi putus dan segala milik menjadi lepas, tak ada yang tersisa selain Allah Azza wa Jalla tak ada ucapan dan gerak bagi mereka, tak ada kesenangan bagi mereka hingga semua itu jadi benar,jika sudah benar sempurnalah semua perkara baginya,Pertama yang mereka keluarkan adalah segala perbudakan duniawi kemudian mereka keluarkan segala hal selain Allah Azza wa Jalla secara total dan senantiasa terus demikian dalam menjalani ujian di RumahNya.

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan)surga-surga yang penuh keni’matan di sisi Tuhannya.(Qs.Al Qalam: 34).Mereka yang bertakwa yang sudah memahami akan ayat-ayat Allah yang tersirat maupun yang tersurat dan di terangkan mata hatinya dari perjalanan Ilmu mengenal Rahasia Dirinya akan selalu merasa nikmat(surga) dalam kehidupannya tiada lagi keberatan dalam menghadapi segala rintangan atau tantangan kehidupan ,dan selalu berusaha memperbaiki diri dalam pengabdian terhadap Allah dan lingkungan bermasyrakat.

 Yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(Qs.Al Insan:2).Maka jagalah perbuatan kita selain dari pada perbuatan yang di larang dan dalam ayat ini di terangkan,sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. (Qs Al Insan:29).
Maka tujulah jalan untuk mendapatkan Ridho Dan RahmatNya dengan terus meningkatkan Iman, Tauhid sampai Ma'rifatullah kepada IslamNya.


 Silahkan sambil mendengarkan lagu jaipong sunda,semoga terhibur...hehehe..
Wa'alaikum Salam..

Tiada ulasan:

Catat Ulasan