Catatan Popular

Ahad, 28 Oktober 2012

Keyakinan kepada Allah adalah ibarat Air kedamaian yang tidak pernah kering menjadikan seseorang muslim tetap tegar, di saat orang lain berguguran...
tetap tenang di saat orang lain ketakutan, biar rebah, jangan berubah, biar terbuang, teruskan lah berjuang....



Selasa, 16 Oktober 2012

Ketika menghadiri sessi taklimat petang kemarin, terfikir, monolog di dalam diam....bermain minda seketika...

Alasan bahawa kita punya kelemahan hakikatnya bukanlah alasan yang valid.

Manusia semuanya mempunyai kekurangan. Kelemahan. Kecacatan. Yang sempurna itu hanyalah Allah SWT. Yang Maha Perkasa, Maha Besar, Maha Bijaksana, hanyalah Allah SWT.

Manusia memang akan ada kekurangannya. Namun itu bukan alasan yang perlu diperbesar-besarkan untuk tidak berusaha mencapai sesuatu yang lebih tinggi.

Kita tahu kita lemah, maka kita pertamanya perlu mengenal pasti apakah benar ianya merupakan satu kelemahan? Atau sebenarnya sekadar mainan pemikiran kita?

Kemudian, apabila sudah mengenal pasti itu adalah sebuah kelemahan, kita patut berfikir bagaimana hendak mengatasinya? Apakah langkah-langkahnya?

Seterusnya pada masa yang sama, kita perlu nilai di dalam diri kita dan bertanya, apakah pula kekuatan yang kita ada?

Senaraikan dan kemudian fikir bagaimana hendak menggunakan kekuatan-kekuatan tersebut.
Perancangan dan cara berfikir sebeginilah yang akan menghasilkan kekuatan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada kita. Bukannya membesar-besarkan kelemahan, yang kemudiannya menjadi alasan untuk tidak melakukan apa-apa.

Di dalam kehidupan ini, ada satu perkara yang mampu menggandakan kekuatan yang ada sehingga mengatasi kelemahan yang wujud.
Itulah dia keyakinan.!!

Namun untuk kita orang-orang Islam yang punya keimanan.. keimanan.. pula mampu menggandakan kekuatan yang diberikan oleh keyakinan....

Jika ada kelemahan, cari jalan mengatasinya.
Bukan mempertuhankannya....

Jaga Hati...Hiasi Peribadi, Moga Bahagia ALLAH Di Hati
Di manakah letaknya ketenangan, kelapangan, dan kesenangan di dalam diri manusia?

Dari manakah rasa itu terbit? Dari tangan? Kaki? Perut? Tidak dan tidak.
Tetapi daripada hati. Bukan hati organ. Tetapi ‘hati’. Roh. Yang tidak kelihatan itu.
Kita kembali bertanya, hati itu milik siapa?
Ya, siapakah pencipta kepada hati?
“Allah.”
Dan roh kita menjawab.
Maka perjalanan mencari ketenangan adalah bermula dengan jawapan kita itu.....
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya.. Allah akan memahamkan ilmu agama.. kepadanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Setinggi apapun mencapai ilmu ma'rifattullah pada akhirnya kembali pada DIRI SENDIRI juga........

Sedalam apapun menggali Ilmu Ma'rifattullah pada akhirnya kembali pada DIRI SENDIRI juga........

Sejauh apapun mengejar Ilmu Ma'rifattullah pada akhirnya kembali pada DIRI SENDIRI juga........

Bahkan KEHADIRAT ALLAH SWT itu keberadaannya bukan di langit ketujuh tapi ada didalam DIRI SENDIRI.................

Lalu siapakah DIRI Ini ????

~Jaga Hati, Hiasi Peribadi, Moga Bahagia, Allah di Hati~
Makrifat.. adalah modalku, akal fikiran.. adalah sumber agamaku, rindu... kenderaanku..., berzikir kepada Allah.. kawan dekatku,.

Keteguhan.. perbendaharaanku, duka.. adalah kawanku, Ilmu.. adalah senjataku... ketabahan.. adalah pakaianku,.

Kerelaan.. adalah sasaranku, faqr.. adalah kebanggaku, menahan diri.. adalah pekerjaanku, keyakinan.. makananku,.

Kejujuran.. perantaraku, ketaatan.. adalah ukuranku, berjihad.. perangaiku, dan hiburanku adalah dalam sembahyang.

~(Jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya Ali bin Abi Thalib).~