Bismillahirahmanirrahim,
Salam dan selawat kepada junjungan Nabi saw dan Ahlul bait dan keturunan yang suci dan dikasihi, Para Sahabat Radiyallahuanhum yang setia dalam perjuangan, serta rahmat Allah swt keatas seluruh umat muslimin muslimat, dan mukminin mukminat.
Ilmu Ketuhanan adalah ilmu yang membicarakan tentang ketuhanan Allah Ta'ala yang merangkumi keesaan ZatNYA, SifatNYA, Asma'NYA dan Af'alNYA. Ia juga dikenali sebagai Ilmu Tauhid, (ilmu mengesakan Allah ) Ilmu Usuluddin (Ilmu Dasar Agama) , ilmu Makrifat (Ilmu Mengenal) ilmu Kalam, (Ilmu Permahasan) ilmu Hakikat (Ilmu Haq/kebnaran) ,Ilmu Tahkik (Ilmu Penetap), Ilmu Aqa'id (Ilmu Simpulan Iman)dan sebagainya.
Orang-orang awam sering kali terkeliru apabila menyebut Ilmu Makrifat sebagai ilmu yang sudah terlalu tinggi dan tak perlu dipelajari oleh mereka-mereka yang di tahap awam. Pendapat itu salah. Sebab hukum mempelajari ilmu ketuhanan itu wajib bukannya sunat . Cuma kita perlu mengetahui had-had pembelajaran di tahap fardhu ain itu berbeda dengan pengetahuan di tahap fardhu kifayah.
Ilmu Makrifat ditahap fardhu ain membicarakan sifat-sifat yg wajib, mustahil dan harus bagi Allah Ta'ala serta sifat-sifat yg wajib , yang mustahil dan yang harus bagi Rasul. Ilmu Makrifat di tahap fardhu kifayah termasuklah pembahasan ilmu kalam yang dapat menghujjah kaum-kaum ahli bid'ah dan golongan-golongan atheis dan penentang ilmu ketuhanan. Ilmu Makrifat di tahap para-para Sufi dan Aulia'-Aulia' Allah ianya mengesakan Allah Ta'ala dalam fana baqobillah. Maka perlu diketahui had-had ilmu itu dan dituntut secara berperingkat-peringkat menurut kadar kemampuan seseorang. Allah swt tidak membebankan hambaNYA dengan perkara-perkara yang kita tidak berkemampuan.
Ilmu Makrifatullah adalah intipati dari kalimah Laailahailallah. Pengajian sifat 20 adalah asas kepada mengenal Allah dan tidak dapat tidak, kita wajib dan perlu mempelajarinya dan ianya termasuk di dalam ilmu fardhu ain bukan fardhu kifayah. Sabda Nabi saw bermaksud, "Menuntut ilmu itu fardhu bagi tiap2 muslimin dan muslimat." dan Ulama Usuluddin mensyarahkan Ilmu yang fardhu ain ini termasuklah 3 ilmu yang asas yaitu usul , fiqih dan tasawuf. Maka barangsiapa meninggalkan tuntutan menuntut ilmu yang fardhu ain ini bermakna meninggalkan kewajiban menuntut ilmu dan dia termasuk di dalam golongan orang yang berdosa meninggalkan kewajiban menuntut ilmu dan beramal tanpa ilmu menjadikan amalannya sia-sia. Beramal tanpa ilmu adalah sia-sia , berilmu tanpa amal juga sia-sia.
"Awwaluddin Makrifatullah" , Ahli hadis tidak menyebutnya sebagai hadis sahih akan tetapi Imam Ali as pernah menyebut kata-kata ini di dalam ucapannya yg terkumpul dalam "Nahjul Balaghah". Walau apa pun itu lah isyarat paling penting di mana permulaan dari pada mempelajari agama adalah dengan mengenal Allah Ta'ala. Pengenalan kepada Allah Ta'ala adalah berbeda-beda mengikut tingkatan kefahaman masing-masing. Kita tidak boleh menyamakan kefahaman orang awam dengan kefahaman para nabi dan para wali.
Mempelajari ilmu Tauhid ini termasuk di dalam ilmu fardhu ain di samping ilmu fiqih dan tasawuf. Setelah selesai mempelajari ilmu ini baru disusuli dengan ilmu-ilmu yang lain. Inilah kaedah yang d iikuti para sahabat nabi dan ulama rabbaniyyun dari kalangan salaf maupun khalaf dalam mempelajari agama ini. Tradisi semacam ini sudah ada dari masa Rasulullah, sebagaimana dikatakan sahabat Ibn 'Umar dan sahabat Jundub:
“Kami -selagi remaja saat mendekati baligh- bersama Rasulullah mempelajari iman (tauhid) dan belum mepelajari al-Qur’an. Kemudian kami mempelajari al-Qur’an maka bertambahlah keimanan kami". (H.R. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Hafidz al-Bushiri).
Mengenal Allah Ta'ala adalah awal permulaan kita beragama, apakah mungkin kita membawa kehidupan beragama tanpa mengenal Allah? Akan tetapi kita telah lupa akan pesanan Nabi dan Imam Ali as yang sangat penting ini. Apabila ada manusia yang coba membuka persoalan mengenal Allah atau makrifatullah orang-orang kebanyakan sering memandang sebagai ianya tidak penting. Manusia Islam kebanyakannya mengenepikan ilmu-ilmu tentang makrifatullah ini sedangkan itulah ilmu asas yang menjadi asas pengajian pondok di masa silam.
Orang awam yang belum mencapai tahap wali seringkali membuat kesilapan besar mengambil kata-kata dan kalam-kalam sufi perihal Ketuhanan. Apabila bahasa-bahasa sufi ini difahami secara dohir dan cara kefahaman awam maka seringkali berlaku kesalahan fahaman yang bahaya dari segi aqidah.
Ajaran Wahdatul ujud atau dikenali di Nusantara sebagai martabat 7 bukan mudah untuk difahami secara baca kitab atau mengaji ilmu hakikat. Martabat 7 adalah sebenarnya intipati rasa atau zauk para wali di tahap tertinggi dan hakikatnya adalah berbeda dan bukan seperti yang difahami dengan melalui tulisan dan kata-kata . Jadi tak perlu aku menerangkan apa itu Martabat 7 di sini sebab tak siapa dapat memahaminya kecuali sudah merasainya.
Mereka yang tidak memahami wahdatul wujud akan menolak bulat-bulat kononnya tidak ada nas dari Al quran. sedangkan mereka lupa tentang ilmu laduni dan ilmu mukasyaffah yang di terangkan kewujudannya di dalam Al Quran. Tidakkan mereka mengambil iktibar dari kisah Musa as dan nabi allah Khidir as ??? Maka janganlah kita ikuti dakyah mereka-mereka yang jahil murakkab ini , yakni berhimpun dua jahil, jahil akan dirinya dan jahil akan tuhannya.
Sedih sekali mereka-mereka yang belajar ilmu hakikat merasakan yang mereka sudah memahami sedangkan pepatah sufi mengatakan " Lam ya zuuk , wa lam ya'rif" Barangsiapa tidak merasai zauk tidak akan mengetahunya. Itu isyarat dari para sufi dan wali Allah kenapa tidak kita pegang. Banyak guru yang belum sampai ke maqam tersebut cuba mengajar anak muridnya , kalau seorang guru yang arifbillah dia tahu had pembelajaran yang sepatutnya diberi kepada anak muridnya. Tapi ini bukan alasan buat kamu untuk menolak mencari guru !!!!
Yang sebenar-benar tuhan itu adalah Zat Laisakamishlihi syaiun. Maka untuk mengenal zat Allah Ta'ala ialah dengan kita mengenal sifatNYA melaui jalan sifat, yakni sifat bagi Zat Allah Ta'ala. Sifat itu adalah Sifat bagi Zat Allah Ta'ala yang berdiri bagi Zat , tidak bercerai dengan ZatNya.
Alam yang baru ini sebagai tanda dan dalil wujudnya Zat Allah Ta'ala. Zat itu tidak boleh dikaji sebab aqal kita terbatas dan tidak mampu untuk mengkaji Zat , sebab itu hanya kajian Zat diharamkan dan dilarang keras oleh Nabi saw. Kajian Sifat tidak dilarang oleh Nabi saw maka mengapa kita pula yang melarang orang-orang yang mau mengenal Allah. Buktinya terdapat banyak ayat-ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan tentang sifat bagi Zat Allah swt.
Peringkat-peringkat mengenal Allah itu berbeda-beda menurut tahap seseorang . Ada yang dapat mengenal Allah Ta'ala dengan aqal semata-mata bagi orang awam. Dan ada yang dapat mengenal Allah dengan hati, jiwa, perasaan , ruh, dan sirr. Peringkat tertinggi adalah bagi Nabi saw diikuti oleh para2 Aulia' Allah sepertimana kisah , Zunnun al Misri rth. pernah ditanya tentang bagaimana memperoleh makrifat itu, beliau berkata :” ariftu rabbi bi rabbi” yang artinya aku mengenal Tuhanku dengan Tuhan. Karena mengenal Allah tidak akan bisa dengan logik dan akal, melainkan dengan hati sanubari yang bersih dan selalu di isi dengan Ismul 'Adzham (Asma' Agung Allah Ta'ala)
Beliau mengatakan bahwa akhlak seorang arif billah adalah Allah Ta'ala dan orang yang arif billah akan bersifat seperti Akhlak Allah Ta'ala dan selalu menjaga perilakunya agar tidak terjebak dalam kenistaan dunia yang menghanyutkan dan menghinakan orang yang dekat kepada Allah. Jangan salah faham kenyatan ini sebab Nabi saw apabila ditanya kepada Saydatina Ummul Mukminin tentang akhlak Nabi saw , Aisyah ra menjawab , " Akhlak Nabi saw adalah Al Quran" . Maksud nya di sini mempunyai makna yang sama dengan Akhlak Allah kerana Al Quran itu Kalamullah.
Makna "Ariftu Rabbi bi Rabbi" itu "Aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku" ialah mengenal Allah Ta'ala dengan pengenalan terus daripada Allah Ta'ala yakni dengan ilmu Allah. Ta'ala. Saat paling sempurna semasa hayat Nabi mengenal Allah Ta'ala adalah semata mikraj Nabi saw. Dan saat paling sempurna baginya adalah sejak azali awal kejadian Hakikat Muhammadiah dan juga selepas wafat Nabi saw. Ia adalah satu putaran makrifat yang sempurna dari awal hingga ke akhir hayat Nabi saw. Nabi telah menyempurnakan putaran makrifatnya dengan Allah Ta'ala secara mantap berdasarkan ayat "Innalillahi wainna ilahirojiunn". Makna ini aku sesuaikan dengan kefahaman orang awam. Makna hakikinya hanya mereka yang mengalaminya yang akan memahaminya.
Apakah kita telah menyempurnakan putaran makrifat kita dengan Allah Ta'ala ? Tanyalah diri masing-masing dan kamu tentu sudah tahu jawaban nya di mana kedudukan kamu. di sisi Allah Ta'ala. Adakah ilmu yang aku bicarakan ini sesat ??? Atau manusia kebanyakkan yang telah jauh tersesat dari landasan makrifatullah . Atau adalah manusia takut untuk mengenal Allah Ta'ala kerana tidak sanggup berjumpa dengan Allah membawa segunung dosa dan melupakan perjanjian dengan Allah di alam Nur dan alam Ruh? ...
Maka barangsiapa yang tidak menurut jalan Allah dan Rasul serta orang2 soleh adalah mustahil dapat menemui jalan tauhid ini. Ini lah siratul mustaqim yakni jalan makrifatullah , jalan yang lurus meluruskan kita kepada makrifatulah. Awaluddin makrifatullah, akhir agama dengan kalimah Laailahaillallah .
Berusahalah mencari guru-guru ilmu tauhid dan mendalami selagi nyawa dikandung badan. Semoga anda semua mendapat menafaat dari perbincangan yang sedikit ini ,
insyaallah.
Mohonlah petunjuk dari Allah Swt , diperlihatkan jalan untuk menghampirinya... Amin...
(Credit for ;- Wisnu Nuhkara)
“Apa yang KITA fikirkan mengenai diri KITA, akan mempengaruhi diri KITA sendiri.”
Catatan Popular
-
Bismillahirahmanirrahim, Salam dan selawat kepada junjungan Nabi saw dan Ahlul bait dan keturunan yang suci dan dikasihi, Para Sahabat Rad...
-
Assalamu'allaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahiim Ya Allah, jauhkan hati ini dari segala kebusukan hati. Berika...
-
Baiklah.., Akal manusia sentiasa mencari- cari makna kehidupan - asal usulnya, apakah maksud kedatangannya ke dunia, dan ke mana akan pe...
-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ketahuilah, Yang Senantiasa m.e.n.y.e.r.t.a.i Manusia Di Dalam Kehidupan Sehari~hari.....
-
Sebahagian Ahli Bijak,berkata: ''Aku mencari sepuluh hal pada sepuluh tempat, ternyata aku memperolehnya pada sepuluh tempat y...
-
“Setiap malam sebelum tidur.... ,anda perlu menetapkan satu matlamat..... di dalam minda dan...., menguatkannya dari hari ke hari.” Cak...
-
Hari demi hari berlalu begitu pantas. Di kelilingi oleh kesibukan, kadang-kadang tak terasa rupanya sehari telah berlalu. ya... Pepatah ...
-
INNALLAHA YA, MURUKUM AN TUWADDUUL AMAANAATI ILLA AHLIHAA. Artinya : Bahwasanya Allah taala menyuruh akan kamu mengembalikan amanat itu mak...
-
Sebenarnya SEDERHANA itu indah dan membahagiakan, namun ia akan sirna ketika kita mulai membandingkan dengan orang lain yang sedang diat...
-
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya.. Allah akan memahamkan ilmu agama.. kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rabu, 21 Mac 2012
Ajaran Hidup....
- Telinga jangan mendengarkan yang tidak layak didengar karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun kalau telinga terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam pendengaran.
- Mata jangan sembarang melihat yang tidak layak dipandang karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila mata terpelihara, kita akan mendapat keutamaan dalam penglihatan.
- Kulit jangan digelisahkan karena panas ataupun dingin sebab menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka tetapi kalau kulit terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kulit.
- Lidah jangan salah kecap karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila lidah terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari lidah.
- Hidung jangan salah cium karena menjadi pintu bencana ,penye bab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila hidung terpelihara, kita akan mendapat keutama an yang berasal dari hidung.
- Mulut jangan sembarang bicara karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka namun bila mulut terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari mulut.
- Tangan jangan sembarang ambil karena menjadi pintu bencana di dasar kenistaan neraka, namun bila tangan terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari tangan.
- Kaki jangan sembarang melangkah karena menjadi pintu bencana, penyebab kita mendapat celaka di dasar kenistaan neraka namun bila kaki terpelihara, kita akan mendapat keutamaan yang berasal dari kaki.
- Rahasia itu terasa dalam bertutur, tapa itu terasa dalam berkelana, duduk itu terasa dalam keteguhan, kepastian itu terasa dalam kemustahilan, kelepasan itu terasa dalam memberi tanpa diberi, mengingat (eling) tanpa batas.
- Ini modal kesejahteraan yaitu semua mewakili namanya sendiri, semua melihat rupanya sendiri,namun kalau tidak terasa ibarat bengkok bertemu dengan bengkoknya, lurus bertemu dengan lurusnya,demikianlah karena perbuatan manusia maka sejahtera, karena perbuatan manusia maka sentosa.
- Ini pekerjaan untuk jalan kita ingabdi, Pekerjaan itu disebut bakal budi, tingkah laku itu namanya jalan,hendaknya takut, berhati-hati, hormat dan sopan dalam tingkah, dalam perbuatan, dalam ulah dan perkataan.
- Waspadalah agar kita terluput dari pancagati agar tidak sengsara,jangan hianat jangan culas, jangan menghianati diri sendiri,yang di katakan menghianati diri sendiri yaitu: yang ada dikatakan bukan, yang bukan dikatakan benar,ya begitulah,tekadnya penuh dengan muslihat,perbuatan memitnah, menyakiti hati (orang lain), itulah kenyataannya yang di sebut menghianati diri sendiri,yang disebut menghianati orang lain adalah: memetik (milik orang) tanpa izin, mengambil tanpa meminta, memungut tanpa memberi tahu,demikian pula: merampas. mencuri, merampok, menodong,segala macam perbuatan hianat, ya menghianati orang lain namanya.
- bila telah selesai menunaikan semua kewajiban dan pekerjaan, periksalah kembali mana yang jelek mana yang bagus, mana yang buruk mana yang baik,begitulah bila ada yang memuji kita, hendaknya segan dan sadarlah kita, ganti kembalikan kepada yang memuji supaya kita tidak mementingkan pujian orang lain,kalau kita senang dipuji, ibarat galah panjang disambung ranting (belalai) karena merasa senang oleh pujian,lalu menjadi takabur karena merasa diri berkecukupan di rumah sendiri dengan makanan, minuman, kesenangan, kenikmatan dan perabotan, lalu dijadikan andalan,itu disebut galah panjang,itu ibarat padi hampa namanya.
- Begitulah, kalau ada yang mencela (mengeritik) kepada kita, terimalah kritik orang lain itu,yang demikian itu ibarat galah sodok dipotong runcing,ibarat kita sedang dekil, celaan itu bagaikan air pemandian, ibarat kita sedang menderita kekeringan kulit, bagaikan datang orang yang meminyaki, ibarat kita sedang lapar, bagaikan datang yang memberi nasi, ibarat kita sedang dahaga, bagaikan datang orang yang mengantarkan minuman, ibarat kita sedang kesal hati, bagaikan datang orang yang memberi sirih pinang,itulah yang disebut lima penawar ibarat galah sodok diperpendek.
- Hendaknya kita tidur sekedar penghilang kantuk, minum air sekedar penghilang haus, makan sekedar penghilang lapar, janganlah kita berlebih-lebihan,ingatlah bila suatu saat kita tidak memiliki apa-apa,demikian pula (mengenai) kejujuran anak-isteri,jangan bersikap pembeli hati supaya tidak hanya tampaknya saja berbuat,bila kita berhasil mengajarinya dan menuruti nasihat, itulah anak kita, isteri kita,bila tidak menuruti nasihat, mereka itu sama saja dengan orang lain,namun bila tetap bandel, isteri dan anak yang demikian, sudahlah jangan kita aku,pasti kita mendapat beban,pasti tersesat masuk neraka, musnah hasil amal kita, hilang pahala.
- Ini ajaran, agar hidup kita tidak tanpa tekad memelihara hasrat,alat hias itu sisir, bejana berisi air itu jernih, tampak (dasar) tempatnya dan tampak tanpa busa,dikatakan: seri itu namanya emas, Adapun emas. bila tidak digosok suram warnanya, kalau digosok cemerlang indah sebab terpelihara.
- Demikianlah tamsil kita manusia ini,kalau mentaati, sejahteralah perasaan kita ibarat lurus bertemu dengan lurus-nya,bila tidak mentaati ibarat bengkok ber temu dengan bengkoknya.
- Alat hias itu cermin,adapun cermin, bila tidak terlihat, samarlah bayangan kita,bila terlihat akan jelaslah rupa kita di dalam cermin itu.
- Begitulah manusia ini, dapat meniru perilaku orang lain bila sempurna pasti terikuti oleh perasaan kita,kalau tidak akan bisa menuruti nasihat, membelakangi aturan namanya.
- Maksudnya, demikianlah bila kita akan bertindak, janganlah salah mencari tempat bertanya,bila ingin tahu tentang taman yang jernih, telaga berair sejuk tanyalah angsa,umpamanya ada orang menekuni pedoman hidup, jernih pikiran, hidup hasratnya, bergelora, ibarat angsa berada di telaga bening.
- Bila ingin tahu tentang harum dan manisnya bunga, tanyalah kumbang,maksudnya yang di ibaratkan kumbang itu ialah orang dapat pergi mengembara,tahu perilaku orang lain,yang di ibaratkan harum bunga ialah manusia yang sempurna tingkah lakunya, manis tutur katanya selalu tampak tersenyum penuh kebahagiaan,maksudnya janganlah salah memilih tempat bertanya.
- Oleh karena itu sekarang manusia ingat kepada Allah, mengetahui kerahasiaan manusia,itulah yang disebut ma nusia (yang paham) rahasia,bila mati sukmanya akan menemukan sorga kebahagiaan,mengalami siang tanpa malam, suka tanpa duka, kemulyaan tanpa kenistaan, senang tanpa penderitaan, indah tanpa buruk, gaib tanpa wujud, menjadi hilang tanpa menjadi bangsa mahluk kembali,itulah yang disebut kesadaran utama.
Selasa, 20 Mac 2012
Doa Ku...
Kalbu seorang muslimah langkahnya bisa berkata tanpa berkata,.....
perilakunya bisa dibaca oleh orang lain,...
indah kalbunya indah pula kata-katanya,
atau justru sebaliknya,
maka.., jika ingin hidup ini indah jadikanlah
cahaya Allah sebagai tujuan kita,
karena Allah begitu indah dan ....
keindahannya akan terbiasa.... kepada kita jika Dia menghendaki..
perilakunya bisa dibaca oleh orang lain,...
indah kalbunya indah pula kata-katanya,
atau justru sebaliknya,
maka.., jika ingin hidup ini indah jadikanlah
cahaya Allah sebagai tujuan kita,
karena Allah begitu indah dan ....
keindahannya akan terbiasa.... kepada kita jika Dia menghendaki..
Syukur...
Bismillahirrahmanirrahiim
Setiap kita sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya.
Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang kita makan,
Dari kemampuannya untuk menggunakan tangan
Hingga kemampuan berbicara,
Dari perasaan aman hingga perasaan bahagia,
Kita benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepada kita. Akan tetapi kebanyakan kita tidak menyadari kelemahan kita dan tidak menyadari bahwa kita sangat memerlukan Allah.
Kita menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau kita menganggap bahwa segala sesuatu yang kita peroleh adalah karena hasil jerih payah kita sendiri.
Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, kita yang telah menyatakan rasa terima kasih kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepada kita, namun kita menghabiskan hidup kita dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidup kita.
Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada kita sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ….
(Q.s. an-Nahl: 18).
Setiap kita sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya.
Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang kita makan,
Dari kemampuannya untuk menggunakan tangan
Hingga kemampuan berbicara,
Dari perasaan aman hingga perasaan bahagia,
Kita benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepada kita. Akan tetapi kebanyakan kita tidak menyadari kelemahan kita dan tidak menyadari bahwa kita sangat memerlukan Allah.
Kita menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau kita menganggap bahwa segala sesuatu yang kita peroleh adalah karena hasil jerih payah kita sendiri.
Anggapan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal dan benar-benar tidak mensyukuri nikmat Allah. Anehnya, kita yang telah menyatakan rasa terima kasih kepada seseorang karena telah memberi sesuatu yang remeh kepada kita, namun kita menghabiskan hidup kita dengan mengabaikan nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya di sepanjang hidup kita.
Bagaimanapun, nikmat yang diberikan Allah kepada kita sangatlah besar sehingga tak seorang pun yang dapat menghitungnya. Allah menceritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ….
(Q.s. an-Nahl: 18).
Jaga Hati, Jaga Diri....
Assalamu'allaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim
Ya Allah,
jauhkan hati ini dari segala kebusukan hati. Berikan kepada kami kebahagiaan seperti nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih. Berikan kepada kami kesanggupan rendah hati dan kenikmatan beramal dengan tulus dan ikhlas.
Wahai Allah,
hanya Engkaulah tumpuan harapan kami, kepada-Mulah kembalinya segala urusan,
terimalah amal-amal kami.~!!!
Semua yg kita miliki tidak ada satupun yg dapat kita bawa pd saat kematian, kecuali amal baik dan amal buruk yg telah kita lakukan selama hidup yg kemudian akan diminta pertanggungjawabannya kelak di yaumul hisab. harta, tahta, semua yg kita miliki adalah cuma titipan yg Se waktu2 Allah SWT mengambilnya kembali dari kita…
Ya Allah,
Perbaikilah AGAMAku untukku yg mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah DUNIAku yg di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah AKHIRATku untukku yg di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah HIDUP ku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah MATI ku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.”
(HR Muslim 489)
Waktu adalah kehidupan…
jika digunakan untuk berpikir akan menjadi kekuatan…
Jika digunakan untuk berdoa akan menjadi keberkahan dan rahmat…
jika digunakan untuk bekerja, akan membawa keberhasilan…
jika digunakan untuk beramal, maka akan mengantarkan kita ke surga…
Aamiin Allahuma Aamiin......
Bismillahirrahmanirrahiim
Ya Allah,
jauhkan hati ini dari segala kebusukan hati. Berikan kepada kami kebahagiaan seperti nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih. Berikan kepada kami kesanggupan rendah hati dan kenikmatan beramal dengan tulus dan ikhlas.
Wahai Allah,
hanya Engkaulah tumpuan harapan kami, kepada-Mulah kembalinya segala urusan,
terimalah amal-amal kami.~!!!
Semua yg kita miliki tidak ada satupun yg dapat kita bawa pd saat kematian, kecuali amal baik dan amal buruk yg telah kita lakukan selama hidup yg kemudian akan diminta pertanggungjawabannya kelak di yaumul hisab. harta, tahta, semua yg kita miliki adalah cuma titipan yg Se waktu2 Allah SWT mengambilnya kembali dari kita…
Ya Allah,
Perbaikilah AGAMAku untukku yg mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah DUNIAku yg di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah AKHIRATku untukku yg di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah HIDUP ku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah MATI ku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.”
(HR Muslim 489)
Waktu adalah kehidupan…
jika digunakan untuk berpikir akan menjadi kekuatan…
Jika digunakan untuk berdoa akan menjadi keberkahan dan rahmat…
jika digunakan untuk bekerja, akan membawa keberhasilan…
jika digunakan untuk beramal, maka akan mengantarkan kita ke surga…
Aamiin Allahuma Aamiin......
Monolog Hati...~
Manusia hidup selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Ketika muda kita diharuskan memilih sekolah, setelah selesai kita wajib memilih pekerjaan, lalu memilih tempat tinggal, memilih pasangan hidup, bahkan juga memilih parti politik untuk menyalurkan aspirasi kita.
Kadang kita bingung, apa pegangan atau parameter kita dalam memilih ini.
Rasulullah mengajarkan doa yang bisa ditarik hikmah yang dalam. Doa itu sering dibaca orang seusai sholat.
Bunyinya, "Allahumma inni as'aluka salamatan fid dien, wa 'afiyatan fi jasadi, wa ziyadatan fi 'ilmi, wabarakatan fi rizqi, wa taubatan qablal maut .
Doa ini boleh.. kita jadikan tips memilih ala Rasulullah.
Yang pertama, Salamatan fid din, pilihan itu harus menyelamatkan agama kita. Kita masih boleh mengkaji Islam, masih boleh Ibadah, masih boleh menutup aurat, masih boleh menjauhi yang haram.., dan menjalankan yang wajib, termasuk untuk berdakwah. Rugi kita memilih sekolah yang
Hebat, tapi nanti merusak aqidah kita. Demikian juga dalam memilih tempat kerja, rumah atau pun Jodoh.
Kedua, Afiyat fi jasadi, pilihan itu harus mampu menjaga kesehatan kita; tidak mengikis tubuh kita sedikit demi sedikit tanpa makna.Apa artinya penghasilan tinggi, tapi badan hancur, sampai kita tidak boleh Ibadah lagi, sehingga kebahagiaan tidak berklanjutan.
Ketiga Ziyadatan fi ilmi, pilihan itu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kita. Kita bergaul atau bekerja tidak untuk makin bodoh.Jadi pilih lingkungan kerja atau pergaulan yang meluaskan wawasan maupun ilmu kita, sebagai bekal amal saleh kita. Karena tiada amal kecuali dengan ilmunya.
Keempat, Barakatan fi rizqi, pilihan itu membawa berkah dalam rizki kita. Rizki kita itu tidak cuma yang berujud materi, tapi juga yang non materi, seperti udara yang segar, suasana aman dan tenang, istri yang shalihah /suami yang soleh dst.
Apa artinya pilihan dengan penghasilan besar dan fasilitas mewah, bila lalu jarang ketemu anak istri, ataupun, mengabaikan rumahtangga...suami...
sampai akhirnya rumah tangga seperti neraka .
Kelima, Taubatan qabla maut, pilihan itu masih memberi ruang kepada kita untuk memperbaiki diri, taubat, atau bahkan bila perlu menarik diri (mundur) secara baik-baik, bila ternyata ada sesuatu yang haram atau membahayakan di dalamnya. Ada bidang 'profesi' yang praktis tidak memberi peluang exit seperti ini, misalnya jadi dealer narkoba.
Nah semua ini, dilandasi dengan pengenalan syariat yang shahih, serta niat yang ihlas, insya Allah akan menjadikan kita meraih kebaikan dalam pilihan-pilihan kita. Karena semua ukuran baik-buruk, berkah-tidak, tentu saja tidak oleh ukuran manusia yang picik ini, tapi oleh ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah dalam hukum syariatnya.
Allah berfirman:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui." (Qs. 2:216).
Iya,
Pilihan di tangan kita sendiri..kita yang mencorakkan..apa yang kita pilih, dan apa yang kita jadi.....Cakkk Pongg~!!
Kadang kita bingung, apa pegangan atau parameter kita dalam memilih ini.
Rasulullah mengajarkan doa yang bisa ditarik hikmah yang dalam. Doa itu sering dibaca orang seusai sholat.
Bunyinya, "Allahumma inni as'aluka salamatan fid dien, wa 'afiyatan fi jasadi, wa ziyadatan fi 'ilmi, wabarakatan fi rizqi, wa taubatan qablal maut .
Doa ini boleh.. kita jadikan tips memilih ala Rasulullah.
Yang pertama, Salamatan fid din, pilihan itu harus menyelamatkan agama kita. Kita masih boleh mengkaji Islam, masih boleh Ibadah, masih boleh menutup aurat, masih boleh menjauhi yang haram.., dan menjalankan yang wajib, termasuk untuk berdakwah. Rugi kita memilih sekolah yang
Hebat, tapi nanti merusak aqidah kita. Demikian juga dalam memilih tempat kerja, rumah atau pun Jodoh.
Kedua, Afiyat fi jasadi, pilihan itu harus mampu menjaga kesehatan kita; tidak mengikis tubuh kita sedikit demi sedikit tanpa makna.Apa artinya penghasilan tinggi, tapi badan hancur, sampai kita tidak boleh Ibadah lagi, sehingga kebahagiaan tidak berklanjutan.
Ketiga Ziyadatan fi ilmi, pilihan itu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kita. Kita bergaul atau bekerja tidak untuk makin bodoh.Jadi pilih lingkungan kerja atau pergaulan yang meluaskan wawasan maupun ilmu kita, sebagai bekal amal saleh kita. Karena tiada amal kecuali dengan ilmunya.
Keempat, Barakatan fi rizqi, pilihan itu membawa berkah dalam rizki kita. Rizki kita itu tidak cuma yang berujud materi, tapi juga yang non materi, seperti udara yang segar, suasana aman dan tenang, istri yang shalihah /suami yang soleh dst.
Apa artinya pilihan dengan penghasilan besar dan fasilitas mewah, bila lalu jarang ketemu anak istri, ataupun, mengabaikan rumahtangga...suami...
sampai akhirnya rumah tangga seperti neraka .
Kelima, Taubatan qabla maut, pilihan itu masih memberi ruang kepada kita untuk memperbaiki diri, taubat, atau bahkan bila perlu menarik diri (mundur) secara baik-baik, bila ternyata ada sesuatu yang haram atau membahayakan di dalamnya. Ada bidang 'profesi' yang praktis tidak memberi peluang exit seperti ini, misalnya jadi dealer narkoba.
Nah semua ini, dilandasi dengan pengenalan syariat yang shahih, serta niat yang ihlas, insya Allah akan menjadikan kita meraih kebaikan dalam pilihan-pilihan kita. Karena semua ukuran baik-buruk, berkah-tidak, tentu saja tidak oleh ukuran manusia yang picik ini, tapi oleh ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah dalam hukum syariatnya.
Allah berfirman:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui." (Qs. 2:216).
Iya,
Pilihan di tangan kita sendiri..kita yang mencorakkan..apa yang kita pilih, dan apa yang kita jadi.....Cakkk Pongg~!!
Langgan:
Ulasan (Atom)





